Rumah » kegiatan » Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan dan Selalu Di Depan

Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan dan Selalu Di Depan

Danrem 141/ Tp Kolonel Kav Drs. Yotanabey A.M.,M.Def., S.T. mendapat kehormatan dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Watampone, untuk memberikan kuliah umum kepada  1.640 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Watampone, bertempat di Lapangan futsal STAIN Watampone. Rabu (13/09). Kedatangan Danrem 141/Tp beserta para Kasi Korem 141/Tp disambut oleh Ketua STAIN Watampone Prof. Dr. Andi Nuzul, SH., MH dengan iringan tari padduppa sebagai tradisi untuk penyambutan tamu kehormatan Kampus STAIN. Mengawali materi Danrem 141/Tp dengan tema “Tataran Dasar Bela Negara Dan Wawasan Kebangsaan Dalam Bingkai NKRI” terlebih dulu dilaksanakan penendatanganan MOU Naskah Kesepahaman Antara STAIN Watampone Dengan Danrem 141/Tp tentang Bela Negara dan Tridarma Perguruan Tinggi. Danrem juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia merupakan Negara yang besar dan kaya akan sumber daya alam akan menjadi rebutan negara-negara di dunia, sehingga bisa menjadi ancaman keutuhan NKRI. Contoh kecil ancaman aktual saat ini melalui proxy war, selain itu ancaman lain yang dirasakan akibat kemajuan dan perkembangan tehnologi dan informasi serta pengaruh globalisasi berupa perubahan sosial. Contoh kecilnya seperti, narkoba, korupsi, berita hoax, begal sampai dengan teroris. Dihadapan ribuan mahasiswa baru yang memadati lapangan, Danrem menegaskan mencermati kondisi ancaman saat ini mahasiswa sebagai agen perubahan dan selalu di depan serta berperan penting dalam sejarah indonesia diperlukan kesadaran dan semangat dalam upaya Bela Negara untuk menjaga keutuhan NKRI mahasiswa juga sebagai pelopor revolusi mental untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Revolusi mental bertujuan untuk keselamatan bangsa dan negara. Berkaitan dengan ini ada 3 nilai yang harus dilaksanakan, pertama integritas tinggi (jujur, dapat dipercaya, disiplin dan bertanggung jawab), kedua dengan etos kerja (kerja keras, kerja cerdas, berdaya saing optimistis dan inovatif) dan yang ketiga gotong royong (kerjasama, saling tolong menolong). Maka dari itu, mahasiswa harus menjauhi narkoba, menjauhi sikap hedonisme dan materalisme serta di harapkan mahasiswa berpikir dan bersikap kritis untuk yang lebih baik, agent of change, agent of sosial control, iron stock, bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu juga dituntut untuk memiliki jiwa kompetitif dan optimisme bahwa kebersamaan dapat mewujudkan dan membangun bangsa Indonesia Hebat. Akhir dari materi, Danrem mengajak kepada seluruh para dosen dan mahasiswa yang hadir untuk bersama-sama menyanyikan lagu Manisnya Negeriku yang diciptakan oleh seorang pengamen yang mempunyai makna yang sangat bagus.

Danrem 141/Tp Kolonel Kav Drs. Yotanabey A.M.,M.Def., S.T. Foto Bersama dengan Ketua Ketua STAIN Watampone Prof. Dr. Andi Nuzul, SH., MH dan Dosen STAIN Watampone

Tentang korem141

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

*